Search

Tampilkan postingan dengan label tugas biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas biologi. Tampilkan semua postingan

LAJU PERTUMBUHAN BAWANG MERAH

1.      PENDAHULUAN
pertumbuhan adalah suatu proses bertambah besarnya ukuran suatu makhluk hidup baik pada hewan maupun tumbuhan. Kevepatan pertumbuhan di pengaruhi oleh faktor internal atau faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam makhluk hiduo itu sendiri maupun generasi sebelumnya sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan sekitar. Adapun perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan, dan proses ini bersifat kualitatif yang berarti tidak dapat dinyatakan dalam suatu bilangan.


2.      TUJUAN
mengamati pertumbuhan dan perkembangan bawang


3.      KAJIAN TEORI
pertumbuhan adalah suatu proses bertambah besarnya ukuran suatu makhluk hidup baik pada hewan maupun tumbuhan. Kecepatan pertumbuhan di pengaruhi oleh faktor internal atau faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam makhluk hidup itu sendiri maupun generasi sebelumnya sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan sekitar.
Faktor internal meliputi gen dan hormon dimana hormon yang berpengaruh dalam pertumbuhan adalah hormon auksin sedangkan faktor eksternal meliputi makanan, air, suhu, cahaya, dan kelembapan.


4.      METODE PENELITIAN
a.       Alat dan bahan:          
- 1 buah pot dengan ukuran ± 12 cm
-tanah kering yang dibasahi.
-pupuk : kotoran kerbau yang sudah kering
-3 buah bwang merah pilihan : -kulit terluar dikupas hingga terlihat kulit yang halus
-bersihkan akar (sisakan akar untuk di tanam)
-pisau
-skroop
-penggaris
-alat tulis

b.      Cara kerja
-          sediakan taah kering yang subur lalu campurkan dulu dengan kotoran kerbau.
-          Masukan tanah yang sudah di beri pupuk kedalam tanah
-          Kupas beberapa bawang, bersihkan bawang namun sisakan untuk menjadi dasar nya, kupas bawang sehingga lapisan halus terbuka .
-          Tanam bawang yang sudah di kupas di dalam pot.
-          Amati setiap harinya dan
-          Siram disiram setiap pagi dan sore.


c.       Variabel
-          Variabel bebas      : cahaya
-          Variabel terikat     : mengamati laju pertumbuhan bawang


5.      HASIL PENELITIAN
a.      Data tabel
No
Hari

Terang
Gelap
1
1
0 cm
0 cm
2
2
0 cm
0.2 cm
3
3
0 cm
0.5 cm
4
4
0 cm
0.9 cm
5
5
0.1 cm
1.3 cm
6
6
0.2 cm
1.7 cm
7
7
0.2 cm
2 cm


b.      Pembahasan
Proses pertumbuhan pada tumbuhan, khususnya tumbuhan bawang merah tidak selalu memerlukan cahaya matahari, seperti praktek yang saya lakukan, karena tumbuhan bawang yang ditanam di tempat yang gelap dapat tumbuh seperti halnya tanaman yang ditanam di tempat terang, perbedaan yang dapat kami simpulkan bahwa :
1. Tanaman bawang merah yang ditanam di tempat gelap
     pertumbuhannya lebih cepat dari pada ditanam di tempat terang.
2. Tanaman bawang merah yang ditanaman di tempat gelap
     batangnya lebih panjang, kurus dan pucat.
3. Sedangkan tanaman bawang merah yang ditanam di tempat
     terang batangnya kelihatan kuat, subur dan segar.
     Semua itu dikarenakan hormone auksin bekerja dengan baik pada   
     tanaman yang berada pada tempat gelap. Dan pada tempat terang
     hormone auksin tidak dapat bekerja dengan baik.


6.      KESIMPULAN
Dari penelitian dan pengamatan yang kami lakukan bahwa  pertumbuhan tanaman di pengaruhi oleh banyak faktor salah satunya cahaya. Dibuktikan bahwa tanaman bawang merah di tanam pada tempat gelap lebih cepat dibandingkan dengan tanaman bawang di tempat terang. Karena di tempat gelap hormone auksin bekerja dengan baik, sedangkan di tempat terang hormon auksin terhanbat oleh cahaya matahari.

Uji Kandungan Zat Makanan

Uji Kandungan Zat Makanan

             tugas ini saya buat saat saya sedang mengerjakan tugas biologi, saya mencoba berbagi hasil praktek saya agar dapat membantu teman-teman dalam mencari referensi.






KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dalam hal ini, Kelompok Biologi 1, telah menyelesaikan Tugas Biologi yang berjudul : Laporan Penelitian Uji Kandungan Zat Makanan.

Ketidak tahuan akan zat apa saja yang terkandung di dalam makanan mengakibatkan banyak orang kurang meperdulikan asupan makanan yang di perlukan tubuh. Sehingga banyak yang mengalami gangguan yang disebabkan kurang nya zat yang di perlukan oleh tubuh.

Laporan Penelitian ini penulis susun sedimikian rupa, sehingga mempermudah kita untuk mengetahui zat apa saja yang terkandung di dalam makanan yang kita makan sehari-hari, agar tubuh tidak kekurangan asupan zat makanan yang dibutuhkan.

Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Nurdin selaku Guru Pambimbing yang membantu dalam praktek uji zat makanan, dan juga kepada pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan tugas ini.

Penulis menyadari bahwa tugas ini masih perlu peningakatn kualitas. Oleh karena itu penulis berharap atas segala saran dan kritik yang membangun, agar penulis dapat memberikan tugas yang lebih baik lagi.

Akhir kata, penulis berharap dengan adanya tugas ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi kita semua.


Kuningan, 2 Februari 2012


Penulis










BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Makanan merupakan salah satu faktor yang sangat di butuh kan oleh makhluk hidup untuk bertahan hidup.
Di dalam makanan banyak sekali zat makanan yang terkandung di dalam nya. Seperti lemak, vitamin, karbohidrat, protein, dan garam mineral yang sangat di butuh kan oleh tubuh agar tetap stabil.
Banyak orang tidak mengetahui zat apa saja yang mereka konsumsi sehari-hari, sedangkan tubuh membutuh kan protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan garam mineral yang seimbang. Itulah yang melatar belakangi penulis serta untuk memenuhi tugas Biologi, penulis melakukan praktikum tentang kandungan zat makanan.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Zat-zat penting yang terkandung dalam makanan diantaranya yaitu :
1.      karbohidrat
2.      protein
3.      lemak
4.      vitamin
5.      garam mineral
6.      Air

C. PEMBATASAN MASALAH

Kami akan melakukan pembahasan tentang zat yang terkandung dalam makanan yang dimakan sehari-hari.  Makanan yang akan kami bahas adalah makanan yang mengandung protein, lemak, amilum, dan glukosa.

D. PERUMUSAN MASALAH

Adapun perumusan masalah mengenai kandungan uji makanan yang akan di bahas, antara lain :
1.      Uji kundungan protein
2.      Uji kandungan lemak
3.      Uji kandungan amilum
4.      Uji kandungan glukosa




E. TUJUAN

Untuk mengetehui zat-zat yang terkandung dalam berbagai bahan makanan.

F. MANFAAT PENULISAN

Laporan ini di buat untuk memenuhi tugas Biologi serta untuk membantu mengetahui apa saja zat yang terkandung dalam makanan yang di konsumsi sehari-hari












BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

A.    ALAT DAN BAHAN
1.    Rak tabung reaksi
2.    Tabung reaksi
3.    Penjepit tabung reaksi
4.    Pipet
5.    Gelas kimia
6.    Pembakar spritus
7.    Berbagai bahan makan, yaitu : ubi, margarin, tempe, roti
8.    Kertas buram
9.    Larutan Fehlin A dan fehlin B
10.  Benedict
11.  Larutan biuret (campuran CuSO4-1% dan NaOH-10%)
12.  Larutan lugol
13.   Air
14.   Mortar

15.   Tripot

B. CARA KERJA

1. Membuat larutan makanan
a.      Tumbuklah sampel bahan makanan yang kering dan padat dengan menggunakan mortar sampai menjadi halus.
b.      Berilah sedikit air dan aduk, sehingga terbentuk semacam larutan.
c.       Masukanlah tiap sampel larutan makanan dengan menggunakan pipet ke dalam tiga tabung reaksi (A, B, dan C) yang masing-masing setinggi 1 cm.

2. Uji Amilum
a.      Masukanlah 2 tetes larutan lugol kedalam tabung reaksi yang terdapat larutan makanan nasi.
b.      Amatilah perubahan warna pada larutan lugol.
(larutan lugol berwarna biru tua terhadap reaksi amilum)

3. Uji Glukosa
a.      Masukanlah 5 tetes larutan Fehling A dan 5 tetes larutan Fehling B ke dalam tabung reaksi B yang mengandung larutan makanan roti kemudian di kocok agar homogen.
b.      Panaskanlah tabung reaksi tersebut di atas api pada Bunsen dengan menggunakan penjepit tabung reaksi, lebih kurang selama 1 menit.
c.       Amatilah perubahan warna pada larutan Fehling A dan B.
(larutan Fehling A dan B berwana merah bata terhadap reaksi glukosa)

4. Uji Protein
a.      Masukanlah 3 tetes larutan biuret kedalam tabung reaksi C yang mengandung larutan makanan tempe, kemudian kocok hingga homogen.
b.      Amtilah perubahan warna pada larutan biuret.
(larutan biuret berwarna ungun terhadap reaksi protein).

5. Uji Lemak
a.      Letakan margarine ke atas kertas buram, dan biarkan kurng lebih 1 menit.
b.      Amatilah bekas margarine pada kertas buram.
(kertas buram menjadi transparan atau bernoda pada bekas sempel makanan terhadap reaksi lemak).

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. HASIL

NO
NAMA MAKANAN
ALAT/LARUTAN
REAKSI WARNA
Glukosa
Protein
Amilum
Lemak
1
Nasi
Lugol
Biru tua
-
-
ü  
-
2
Roti
Fehling A dan B
Merah bata
ü  
-
-
-
3
Tempe
Biuret
Ungu
-
ü  
-
-
4
margarin
Kertas buram
Transparan
-
-
-
ü  

Keterangan :   (√) = positif                  (-) = negatif





B. PEMBAHASAN

            Dalam praktek kali ini kami menggunakan tempe, nasi, margarin, roti yang sering kita jumpai dan kita konsumsi sehari-hari.

1. Uji Amilum 
                Uji amilum kami menggunakan nasi sebagai bahan percobaan. Larutan nasi ditetesi larutan logol. Hasil pengamatan larutan nasi berubah warna menjadi berwarna biru tua. Itu membuktikan bahwa larutan nasi positif mengandung zat amilum.
2. Uji Glukosa
            Uji glukosa kami menggunakan roti sebagai bahan percobaan. Larutan roti ditetesi larutan Fehling A dan B. Hasil yang di dapat membuktikan perubahan warna pada larutan roti yang berubah warna menjadi merah bata. Itu membuktikan bahwa roti positif mengandung zat glukosa.
3. Uji Protein
            Untuk uji protein kami menggunakan sempel makanan yaitu  tempe yang di larutkan dalam air dan kemudian di tetesi larutan biuret. Dan hasilnya pun positif bahwa tempe mengandung zat protein. Itu dapat dilihat dari perubahan warna yang berubah menjadi ungu.
4. Uji Lemak
                Untuk uji lemak kami menggunakan margarin sebagai bahan percobaan dan kami menggunakan pula kertas buram untuk praktek kali ini. Olesi kertas buram dengan menggunakan margarin, lalu diam kan beberapa saat. Dan hasil nya kertas buram menjadi transparan dan membuktikan bahwa margarin mengandung lemak.







BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
  1. Perubahan warna larutan nasi menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum
  2. Perubahan warna larutan roti menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa.
  3. Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan.
  4. Perubahan warna ungu pada larutan tempe menunjukkan larutan tersebut mengandung protein
  5. Timbulnya transparan pada kertas menunjukkan adanya kandungan lemak dalam margarin

B. SARAN

Untuk lebih meningkatkan kualitas pangan, hendak nya pemerintah khusus nya Badan POM untuk lebih mengawasi kandungan yang terdapat dalam makanan yang di konsumsi sehari-hari. Dengan adanya pengawasan kami kira kualitas pangan di Indonesia akan lebih terjamin.